Awalnya biasa aja. namun setelah kau menunjukan dirimu dengan ke koyolan mu, aku mulai memperhatikanmu. Sejak saat itu pandangan ku serasa tak bisa kulepas. Entah mengapa aku juga tak mengerti. Hari terus berlanjut saat yang ditunggu - tunggu saat pembagian kelas. Siapa sangka aku sekelas dengannya. Betapa senang nya hatiku saat itu. Semenjak itu kita saling kenal dekat. Hampir tiap hari ada saja yang dibicarakan. Nah bukan itu saja ternyata kita mengikuti kegiatan yang sama. Aku makin senang mendengar hal itu. Ya hampir setiap hari kita ketemu. Tanpa terkecuali hari minggu sekalipun kecuali sakit atau berhalangan hadir.
Waktu terus berlanjut, tiba saatnya kenaikan kelas. Pada waktu pembagian kelas ternyata aku terpisah dengan nya. Aku merasa sedih. Namun apa boleh buat aku tetap harus menerimanya.Namun, Ada hal yang membuat ku kaget disaat ia menanyakan kelasku yang ternyata namaku tertulis sekelas dengannya. Waaw sungguh ku tak menyangkaa. Ternyata Allah berkehendak lain. Aku akhirnya sekelas lagi dengan nya. Aku merasa sangat senang sekali. Hari hari terus berlanjut sampai akhirnya ia berubah seperti tak dekat dengan ku lagi semenjak ia kenal dengan mereka. Hal ini masih ku sabari. Ya aku hanya cukup senang apabila ia senang. SIngkat cerita kini kenaikan kelas lagi. Waah tidak terasa. ternyata kali ini benar benar kita tak di satukan lagi kelasnya. Ya sudahlahya terima aja. Mungkin Allah pnya rencana lain.
